Profil Tokoh

Ditolak 11 Kali saat Mendaftar Perguruan Tinggi, Reza Nafi Rizqi Musyaffa (Afa) Membuktikan Perjalanan Akademik Tidak Selalu Linear

SURABAYA – Perjalanan menuju perguruan tinggi tidak selalu berjalan sesuai rencana. Bagi sebagian calon mahasiswa, kegagalan dalam seleksi dapat menjadi pengalaman yang sulit diterima, terutama ketika berbagai upaya belum menghasilkan kesempatan yang diharapkan. Pengalaman menghadapi penolakan berkali-kali menjadi bagian dari perjalanan Reza Nafi Rizqi Musyaffa, yang akrab disapa Afa, sebelum akhirnya menempuh pendidikan di Universitas Airlangga (UNAIR).

Afa merupakan mahasiswa S1 Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Airlangga. Sebelum sampai pada posisinya saat ini, ia mengaku pernah mengalami 11 kali penolakan dalam upaya masuk perguruan tinggi.

Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan akademiknya. Di balik pencapaian yang kemudian diraih, terdapat proses panjang yang tidak selalu sesuai dengan target awal. Perjalanan Afa juga menjadi pengingat bahwa hasil seleksi pada satu tahap tidak serta-merta menentukan seluruh kesempatan seseorang untuk berkembang di masa depan.

Sebelas Penolakan dalam Perjalanan Menuju Perguruan Tinggi

Bagi calon mahasiswa, proses masuk perguruan tinggi sering kali menjadi salah satu fase penting setelah menyelesaikan pendidikan menengah. Persaingan seleksi, keterbatasan daya tampung, dan perbedaan kriteria penilaian membuat hasil yang diperoleh tidak selalu sesuai dengan harapan peserta.

Afa mengalami situasi tersebut melalui 11 kali penolakan saat berupaya masuk perguruan tinggi. Pengalaman itu menunjukkan bahwa perjalanan akademik yang akhirnya terlihat berhasil tidak selalu dimulai dengan serangkaian hasil positif.

Penolakan dalam seleksi pendidikan dapat memunculkan berbagai pertanyaan, mulai dari ketepatan pilihan program studi hingga strategi yang digunakan dalam mempersiapkan seleksi berikutnya. Namun, setiap hasil seleksi juga perlu dipahami dalam konteks jalur yang ditempuh, persyaratan program, dan tingkat persaingan pada periode tersebut.

Dalam perjalanan Afa, sebelas penolakan menjadi bagian dari rangkaian pengalaman sebelum akhirnya menjalani perkuliahan di UNAIR. Kisah ini tidak berarti bahwa setiap kegagalan pasti berujung pada keberhasilan, tetapi memperlihatkan bahwa satu hasil seleksi tidak harus menjadi akhir dari seluruh rencana pendidikan.

Ketika Rencana Tidak Berjalan Sesuai Harapan

Salah satu tantangan dalam menghadapi penolakan adalah mengelola ekspektasi terhadap rencana yang telah disusun. Calon mahasiswa mungkin telah menghabiskan waktu untuk belajar, menyiapkan dokumen, dan menentukan perguruan tinggi tujuan. Ketika hasilnya tidak sesuai harapan, proses tersebut dapat mendorong seseorang untuk mengevaluasi kembali pilihannya.

Dalam situasi seperti ini, evaluasi menjadi langkah penting. Calon mahasiswa dapat meninjau kembali jalur seleksi yang tersedia, memastikan kesesuaian pilihan program studi, serta mempelajari persyaratan dan pola seleksi tanpa menganggap bahwa satu kegagalan mencerminkan keseluruhan kemampuan dirinya.

Perencanaan pendidikan juga dapat membutuhkan fleksibilitas. Pilihan alternatif bukan selalu berarti menurunkan standar, melainkan mempertimbangkan jalur berbeda yang tetap sejalan dengan tujuan akademik dan karier.

Perjalanan Afa memberikan konteks bahwa proses menuju perguruan tinggi dapat berlangsung melalui berbagai percobaan. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari latar belakang yang menyertai perjalanan akademiknya hingga berkuliah di Universitas Airlangga.

Menjalani Perkuliahan dan Mengembangkan Potensi

Setelah memasuki perguruan tinggi, tantangan mahasiswa tidak berhenti pada keberhasilan lolos seleksi. Masa kuliah menghadirkan kesempatan baru untuk mengembangkan kompetensi, mengenali minat, dan membangun pengalaman di luar kegiatan akademik.

Afa memanfaatkan masa perkuliahannya untuk terlibat dalam berbagai aktivitas. Ia merupakan penerima Beasiswa Unggulan 2024, Mahasiswa Berprestasi I FEB UNAIR 2024, dan Student of the Year FEB UNAIR 2025. Ia juga tercatat sebagai penerima tiga beasiswa program pertukaran pelajar.

Di bidang organisasi, Afa mendirikan 180 Degrees Consulting UNAIR dan menjadi presiden pertamanya. Ia juga pernah menjabat sebagai Market Research Manager di AIESEC in Surabaya.

Selain itu, Afa mengembangkan MabaPath, sebuah startup pendidikan yang berfokus pada pendampingan dan pengembangan mahasiswa. Ia aktif membagikan konten edukasi melalui akun Instagram @afa_rm, dengan topik seputar beasiswa, kompetisi, organisasi, kepemimpinan, pertukaran pelajar, dan pengembangan diri.

Berbagai pengalaman tersebut merupakan bagian dari aktivitasnya setelah memasuki perguruan tinggi. Perjalanan ini memperlihatkan bahwa pendidikan tinggi menyediakan ruang untuk mengeksplorasi berbagai bidang, bukan hanya mengikuti kegiatan perkuliahan.

Prestasi Tidak Selalu Berawal dari Perjalanan yang Mulus

Kisah Afa menghadirkan perspektif berbeda mengenai pencapaian mahasiswa. Penghargaan akademik dan pengalaman organisasi yang terlihat saat ini tidak menggambarkan seluruh proses yang dilalui sebelumnya.

Sebelas penolakan yang pernah dialaminya menjadi bagian dari perjalanan menuju perguruan tinggi, sedangkan berbagai pencapaian selama kuliah merupakan bagian dari fase berikutnya. Kedua hal tersebut berada dalam konteks yang berbeda, tetapi bersama-sama membentuk riwayat perjalanan akademiknya.

Penting untuk memahami bahwa setiap mahasiswa memiliki kondisi, tujuan, dan tantangan yang tidak sama. Tidak semua orang perlu menempuh jalur yang identik untuk mengembangkan potensinya. Pengalaman seseorang juga tidak dapat dijadikan jaminan bahwa hasil serupa akan diperoleh orang lain melalui langkah yang sama.

Namun, kisah seperti ini dapat membantu memperluas cara pandang calon mahasiswa terhadap proses seleksi. Penolakan merupakan hasil dari suatu proses pada waktu tertentu, bukan penilaian menyeluruh terhadap potensi seseorang dalam semua bidang.

Mengubah Pengalaman Menjadi Bahan Pembelajaran

Selain menjalani aktivitas akademik dan organisasi, Afa aktif sebagai educational content creator. Melalui akun Instagram @afa_rm yang memiliki lebih dari 13.000 pengikut, ia membagikan informasi dan materi edukasi yang berkaitan dengan pengembangan mahasiswa.

Ia juga telah mengembangkan lebih dari 30 e-book dan modul edukasi mengenai persiapan beasiswa, wawancara, kompetisi, dan pengembangan diri. Aktivitas tersebut berjalan beriringan dengan pengembangan MabaPath sebagai startup pendidikan.

Pengalaman menghadapi penolakan dalam perjalanan pendidikan dapat menjadi salah satu konteks untuk memahami pentingnya perencanaan dan evaluasi. Bagi calon mahasiswa yang sedang mempersiapkan seleksi, informasi mengenai persyaratan, strategi belajar, pilihan jalur masuk, dan alternatif perguruan tinggi dapat membantu proses pengambilan keputusan.

Meski demikian, persiapan yang baik bukan berarti seseorang dapat mengendalikan seluruh hasil seleksi. Ada faktor persaingan dan ketentuan yang berada di luar kendali peserta. Karena itu, memiliki rencana alternatif dan memahami pilihan yang tersedia merupakan bagian dari persiapan yang realistis.

Perjalanan Akademik Bukan Perlombaan dengan Satu Jalur

Pengalaman Afa dari 11 kali penolakan hingga menjalani perkuliahan di Universitas Airlangga menunjukkan bahwa perjalanan menuju pendidikan tinggi tidak selalu berlangsung secara linear.

Bagi calon mahasiswa yang sedang menghadapi hasil seleksi yang belum sesuai harapan, langkah berikutnya dapat dimulai dengan mengevaluasi pilihan, memahami jalur yang masih tersedia, dan menentukan strategi yang lebih sesuai dengan kondisi masing-masing. Keputusan tersebut tidak harus dibuat berdasarkan perbandingan dengan perjalanan orang lain.

Pada akhirnya, pengalaman masuk perguruan tinggi hanyalah satu bagian dari perjalanan pendidikan. Setelah diterima, mahasiswa masih memiliki banyak kesempatan untuk mengembangkan kemampuan melalui kegiatan akademik, organisasi, kompetisi, program pertukaran pelajar, maupun proyek pribadi.

Perjalanan Afa menjadi pengingat bahwa riwayat pendidikan seseorang tidak selalu dapat diringkas melalui hasil seleksi awal. Sebelas penolakan merupakan bagian dari kisahnya, tetapi bukan satu-satunya hal yang mendefinisikan perjalanan akademik dan pengembangan dirinya.

Tinggalkan komentar