Sumut Nesia
Beranda Advertorial Merantau ke Bali dari Nol, DJ Xylos Bangun Karier sebagai ASN dan Pelaku Musik

Merantau ke Bali dari Nol, DJ Xylos Bangun Karier sebagai ASN dan Pelaku Musik

Foto: DJ Xylos

Sumut Nesia Keputusan merantau ke Bali pada 2021 menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan hidup DJ Xylos. Saat itu, Chandra Hendrawan (25) datang sebagai anak muda asal Majalengka, Jawa Barat, dengan membawa tekad untuk bekerja sekaligus melanjutkan pendidikan. Lima tahun kemudian, ia telah membangun kehidupan di Bali sebagai ASN PPPK, mahasiswa, sekaligus DJ yang mulai tampil di berbagai acara.

Perjalanan tersebut tidak langsung berjalan mudah. Chandra harus memulai kehidupannya dari bawah, bekerja dengan penghasilan yang saat itu masih di bawah upah minimum sambil menjalani pendidikan di perguruan tinggi. Selama beberapa tahun, ia membagi waktunya antara pekerjaan dan kuliah hingga akhirnya mulai mendapatkan sejumlah pencapaian dalam kehidupan profesional maupun akademik.

Pada 2024, Chandra berhasil menjadi ASN PPPK. Setahun berikutnya, ia menyelesaikan pendidikan S1 dan melanjutkan studi ke jenjang S2. Tidak berhenti pada satu bidang pendidikan, pada 2026 ia kembali mengambil program S1 di bidang lain.

Bagi Chandra, keputusan untuk terus belajar merupakan bagian dari prinsip hidup yang sudah terbentuk sejak kecil. Ia tumbuh dalam kondisi yang jauh dari kemudahan ketika menghabiskan masa kecil di Kepulauan Sula, Maluku Utara.

Saat itu, ia tinggal bersama ayahnya yang bekerja sebagai tukang kayu. Keduanya menempati sebuah kamar kayu sederhana di atas bukit yang dikelilingi hutan. Tidak ada listrik maupun internet, sementara untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari, Chandra harus berjalan menuju sumur yang berjarak sekitar satu kilometer dari tempat tinggal.

Perjalanan menuju sekolah juga menjadi bagian dari kesehariannya. Ia harus berjalan kaki selama sekitar 35 menit hingga satu jam untuk sampai ke sekolah. Kondisi tersebut membuatnya terbiasa hidup mandiri dan memahami bahwa banyak hal dalam hidup harus diperjuangkan sendiri.

Latar belakang keluarga turut memengaruhi cara Chandra melihat pendidikan. Kedua orang tuanya tidak pernah mengenyam pendidikan formal, sehingga sejak kecil ia terbiasa mencari informasi sendiri mengenai sekolah, pekerjaan, dan masa depan.

“Orang tua saya tidak pernah mengenyam pendidikan formal dan tidak banyak mengajarkan tentang perencanaan masa depan. Karena itu saya belajar mencari tahu semuanya sendiri,” ujarnya.

Kemandirian tersebut semakin terlihat ketika ia beranjak remaja. Sejak berusia 16 tahun, Chandra mengaku sudah tidak lagi meminta uang kepada kedua orang tuanya. Saat memilih sekolah menengah atas, ia mencari sendiri sekolah yang seluruh biaya pendidikannya ditanggung negara karena tidak ingin menambah beban ekonomi keluarga.

“Dari dulu saya berpikir, kalau ingin mengubah hidup, saya harus belajar. Tidak ada jalan lain,” katanya.

Prinsip tersebut kemudian dibawanya ketika memutuskan meninggalkan kampung halaman dan merantau ke Bali setelah lulus SMA pada 2021. Bagi Chandra, Bali bukan sekadar tempat untuk mencari pekerjaan, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun kehidupan dan mengejar pendidikan yang diinginkannya.

Di tempat baru tersebut, ia harus beradaptasi dengan lingkungan, pekerjaan, dan rutinitas yang berbeda. Pada saat yang sama, ia tetap mempertahankan komitmen untuk menyelesaikan pendidikan. Pekerjaan penuh waktu dan kuliah dijalani secara bersamaan selama beberapa tahun.

Kesibukan tersebut kemudian menjadi bagian dari proses yang mengantarkannya menjadi ASN PPPK pada 2024. Pencapaian itu menjadi salah satu tonggak penting setelah beberapa tahun menjalani kehidupan sebagai perantau di Bali.

Setelah menyelesaikan S1 pada 2025, Chandra melanjutkan pendidikan ke jenjang S2. Bahkan ketika sudah memiliki pekerjaan dan pendidikan yang terus berjalan, ia kembali mengambil program S1 di bidang lain pada 2026.

“Satu-satunya hal yang membuat saya kecanduan adalah belajar,” ungkapnya.

Selain membangun karier profesional dan pendidikan, Bali juga menjadi tempat Chandra menemukan ruang untuk mengembangkan ketertarikannya terhadap musik elektronik. Ia kemudian menggunakan nama panggung DJ Xylos.

Nama tersebut memiliki hubungan erat dengan masa kecil dan keluarganya. Xylos berasal dari kata Yunani “xylo” yang berarti kayu, terinspirasi dari profesi ayahnya yang bekerja sebagai tukang kayu.

“Xylos bukan sekadar nama panggung. Nama itu mengingatkan saya pada asal-usul, perjuangan, dan kerja keras ayah yang membawa saya sampai di titik ini,” jelasnya.

Karier sebagai DJ dibangun secara bertahap. Xylos banyak belajar dari DJ senior Oman Bean, terutama mengenai cara memahami industri hiburan, membangun relasi, membaca karakter audiens, dan memperluas jaringan profesional.

Seiring waktu, kesempatan tampil mulai datang dari berbagai arah. Belakangan ini, Xylos telah tampil di sejumlah venue dan acara di Bali, termasuk Avera Bali Nightclub dan Thank God It’s Festival (TGIF) Bali di kawasan Garuda Wisnu Kencana (GWK) dalam rangkaian kegiatan bersama Indosat.

Pengalaman tampilnya juga tidak terbatas pada panggung nightclub dan festival. Ia turut dipercaya mengisi wedding after party, private party di sailing boat, event running, hingga perayaan ulang tahun.

Bagi Xylos, kesempatan tersebut menjadi bagian dari proses membangun karier sekaligus memperluas pengalamannya di industri entertainment. Setiap jenis acara memiliki karakter yang berbeda sehingga ia harus mampu menyesuaikan musik dan penampilan dengan suasana yang dibutuhkan.

“Setiap event punya karakter yang berbeda. Kalau di nightclub mungkin energinya lebih tinggi, sementara wedding, private party, atau running event punya suasana yang berbeda. Buat saya justru itu yang membuat perjalanan sebagai DJ menjadi menarik karena selalu ada hal baru yang bisa dipelajari,” tuturnya.

Pengalaman sebagai perantau juga membuatnya melihat Bali dari perspektif yang berbeda. Pulau yang awalnya menjadi tempat untuk bekerja dan belajar kemudian berkembang menjadi tempat ia membangun berbagai sisi kehidupan, termasuk karier di dunia musik.

Menurut Xylos, merantau mengajarkannya untuk lebih berani mengambil keputusan dan bertanggung jawab terhadap pilihan sendiri. Ketika berada jauh dari keluarga, ia harus mampu mengatur kehidupan, pekerjaan, pendidikan, hingga menentukan arah kariernya.

Pengalaman tersebut juga membuatnya tidak mudah merasa cukup. Setelah mendapatkan pekerjaan sebagai ASN, ia tetap melanjutkan pendidikan. Ketika mulai membangun karier sebagai DJ, ia juga tetap menjalankan tanggung jawab pekerjaan dan akademiknya.

Baginya, setiap pencapaian justru menjadi alasan untuk menetapkan tujuan berikutnya.

“Gapapa masa muda saya tidak seperti orang lain pada umumnya. Yang penting saya terus bergerak maju. Saya percaya hasil tidak pernah mengkhianati usaha,” ujarnya.

Kehidupan yang dibangun Xylos di Bali saat ini memiliki perbedaan yang cukup jauh dengan kondisi ketika ia pertama kali datang sebagai perantau. Dari bekerja dengan penghasilan terbatas sambil kuliah, kini ia telah memiliki profesi sebagai ASN, pendidikan yang terus berkembang, serta pengalaman di industri musik.

Meski demikian, ia mengatakan bahwa proses tersebut tidak membuatnya melupakan alasan awal mengapa memilih merantau. Sejak kecil, ia memiliki keinginan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik melalui pendidikan dan kerja keras.

Latar belakang tersebut juga menjadi alasan mengapa keluarga memiliki posisi penting dalam setiap keputusan yang diambilnya. Nama Xylos sendiri menjadi salah satu bentuk penghormatan kepada ayahnya yang selama ini menjadi bagian dari cerita hidupnya.

Bagi Xylos, keberhasilan bukan hanya tentang seberapa jauh seseorang meninggalkan tempat asalnya. Lebih dari itu, keberhasilan adalah ketika seseorang mampu membangun kehidupan yang lebih baik tanpa melupakan proses yang membawanya sampai ke titik tersebut.

Kini, Bali menjadi tempat di mana berbagai perjalanan itu bertemu. Sebagai ASN, Chandra menjalankan pekerjaan profesionalnya. Sebagai mahasiswa, ia masih mengejar pendidikan. Sementara melalui nama DJ Xylos, ia mengembangkan passion dan membangun pengalaman di dunia entertainment.

Dari sisi musik, semakin beragamnya kesempatan tampil juga menjadi bagian dari proses tersebut. Avera Bali Nightclub, TGIF Bali di GWK bersama Indosat, wedding after party, private party di sailing boat, event running, hingga berbagai perayaan menjadi pengalaman yang memperluas jejaring dan pengetahuannya tentang industri hiburan.

Xylos menyadari bahwa perjalanan sebagai DJ masih panjang. Ia masih ingin terus belajar, memperluas pengalaman, dan mendapatkan kesempatan untuk tampil dalam lebih banyak acara dengan karakter yang berbeda.

Namun, ia tidak ingin proses tersebut membuatnya melupakan tanggung jawab lain yang telah dibangun. Pekerjaan dan pendidikan tetap menjadi bagian penting dalam kehidupannya.

Menurutnya, setiap orang memiliki jalannya masing-masing. Ada yang memulai dari kondisi yang serba tersedia, ada pula yang harus membangun semuanya secara perlahan. Yang terpenting adalah bagaimana seseorang menggunakan kesempatan yang dimiliki untuk terus berkembang.

Pengalaman hidup tanpa listrik dan internet di masa kecil, kemudian merantau ke Bali dan membangun kehidupan dari bawah, menjadi rangkaian perjalanan yang membentuk karakter Xylos hingga sekarang.

Ia berharap kisah tersebut dapat memberikan perspektif bagi anak-anak muda yang sedang mempertimbangkan untuk keluar dari zona nyaman. Menurutnya, merantau bukan hanya soal berpindah tempat, tetapi juga tentang keberanian untuk mengambil tanggung jawab atas kehidupan sendiri.

“Yang penting saya terus belajar dan terus bergerak. Saya tidak tahu akan sampai di mana, tapi saya tahu saya tidak mau berhenti,” katanya.

Kini, DJ Xylos terus menjalani kehidupannya di Bali dengan berbagai peran yang berjalan bersamaan. Dari seorang perantau yang datang untuk bekerja dan belajar, ia kini telah membangun karier sebagai ASN sekaligus mengembangkan nama di industri musik.

Perjalanan tersebut belum selesai. Masih ada pendidikan yang ingin diselesaikan, pengalaman yang ingin dicari, serta karier musik yang ingin terus dikembangkan.

Namun satu hal telah menjadi bagian penting dari perjalanan itu: keputusan untuk berani meninggalkan tempat asal dan memulai semuanya dari awal di Bali.

Dari langkah pertama sebagai perantau hingga berdiri di berbagai panggung di Pulau Dewata, DJ Xylos membangun kariernya melalui proses panjang yang menggabungkan pendidikan, pekerjaan, dan keberanian untuk mengejar passion.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RajaBackLink.com

Iklan